
Rencana Strategis Pengelolaan Lingkungan Aspek Keanekaragaman Hayati PLN Indonesia Power UBP Singkawang, PLTU Bengkayang, periode 2025–2029. Disusun oleh Tim Keanekaragaman Hayati dan ditetapkan di Singkawang pada 6 Januari 2025.
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Melestarikan spesies tanaman berkhasiat obat sebagai sumber daya genetik hayati dan media edukasi konservasi secara berkelanjutan
2025
Metode: Penambahan variasi jenis tanaman obat
Sasaran: Variasi tanaman obat meningkat
Indikator: Penambahan minimal 5 jenis tanaman baru
2026
Metode: Monitoring perkembangan tanaman
Sasaran: Data pertumbuhan dan kesehatan tanaman tersedia
Indikator: Monitoring triwulan
2027
Metode: Pelaksanaan edukasi konservasi tanaman obat
Sasaran: Pemanfaatan HerBaya sebagai media edukasi meningkat
Indikator: Minimal 2 kegiatan edukasi konservasi terlaksana
2028
Metode: Pengembangan sumber benih tanaman obat
Sasaran: Kemandirian konservasi tanaman obat meningkat
Indikator: Bibit hasil perbanyakan internal tersedia
2029
Metode: Evaluasi dan pengembangan living collection tanaman obat
Sasaran: Keberlanjutan konservasi tanaman obat meningkat
Indikator: 1 dokumen evaluasi dan rencana pengembangan
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024
Tempat
Taman Konservasi Mangrove, Jl. Sei Duri - Singkawang No.68, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Mengoptimalkan fungsi ekologis dan sosial kawasan mangrove melalui integrasi konservasi, wisata edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat
2025
Metode: Monitoring survival rate dan enrichment planting
Sasaran: Vegetasi mangrove meningkat dan pertumbuhan terjaga
Indikator: 100% enrichment planting sebanyak 5.500 bibit mangrove terlaksana dan survival rate ≥80% tercapai
2026
Metode: Enrichment planting, monitoring, dan evaluasi bibit mangrove
Sasaran: Vegetasi mangrove meningkat dan pertumbuhan terjaga
Indikator: 100% enrichment planting sebanyak 5000 bibit mangrove terlaksana dan 1 laporan evaluasi
2027
Metode: Penguatan fungsi kawasan konservasi dan wisata edukasi
Sasaran: Optimalnya fungsi kawasan konservasi dan wisata edukasi
Indikator: 1 program penguatan kawasan konservasi dan wisata edukasi terlaksana
2028
Metode: Pengembangan kawasan produktif berbasis masyarakat
Sasaran: Meningkatnya produktivitas masyarakat berbasis UMKM
Indikator: 1 UMKM lokal berkolaborasi dalam pengelolaan kawasan
2029
Metode: Optimalisasi pengelolaan kawasan secara berkelanjutan
Sasaran: Terwujudnya tata kelola kawasan yang berkelanjutan
Indikator: Terwujudnya 1 kerja sama pengelolaan kawasan dengan pemerintah desa
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Meningkatkan tutupan vegetasi hijau, serapan karbon, dan fungsi edukasi lingkungan melalui Program GREENMOVE di kawasan PLTU Bengkayang
2025
Metode: Enrichment planting dan pemeliharaan pasca-tanam
Sasaran: Tutupan vegetasi meningkat dan kondisi tanaman terjaga
Indikator: 150 pohon hasil enrichment planting tertanam dengan survival rate ≥80%
2026
Metode: Monitoring dan evaluasi program
Sasaran: Keberlanjutan program terukur dan terdokumentasi
Indikator: 1 laporan monitoring dan evaluasi program
2027
Metode: Membangun Green Carbon Corner sebagai sarana edukasi
Sasaran: Meningkatnya fungsi GREENMOVE sebagai sarana edukasi
Indikator: Sarana edukasi Green Carbon Corner tersedia
2028
Metode: Enrichment planting dan pengembangan Green Carbon Corner
Sasaran: Meningkatnya tutupan vegetasi dan nilai edukasi GREENMOVE
Indikator: 200 pohon hasil enrichment planting tertanam dengan survival rate ≥80%
2029
Metode: Penguatan kolaborasi Green Carbon Corner
Sasaran: Pemanfaatan GREENMOVE sebagai media pembelajaran
Indikator: Terlaksana 2 kegiatan pembelajaran kolaboratif bersama NGO/sekolah
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Meningkatkan tutupan vegetasi, mengurangi potensi erosi, dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan hutan sekunder PLTU Bengkayang
2025
Metode: Penanaman bibit akasia, trembesi, dan ketapang
Sasaran: Rehabilitasi hutan sekunder terlaksana
Indikator: Target bibit tertanam 100% pada area ±0,3 ha
2026
Metode: Pemeliharaan dan monitoring bibit akasia, trembesi, dan ketapang
Sasaran: Pertumbuhan akasia optimal dan terjaga
Indikator: Survival rate tanaman ≥80%
2027
Metode: Enrichment planting area vegetasi hutan sekunder
Sasaran: Meningkatkan luasan dan kerapatan vegetasi hutan sekunder
Indikator: Penanaman 100 bibit pada area tambahan ±0,1 ha
2028
Metode: Monitoring dan evaluasi vegetasi rehabilitasi
Sasaran: Evaluasi keberhasilan pertumbuhan tanaman
Indikator: 1 laporan monitoring dan evaluasi tersedia
2029
Metode: Penguatan struktur tegakan dan pengelolaan vegetasi
Sasaran: Menjaga keberlanjutan vegetasi hutan sekunder
Indikator: Survival rate tanaman ≥80% dan area rehabilitasi terpelihara
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Mendukung pelestarian keanekaragaman hayati fauna akuatik dan pengayaan vegetasi riparian sebagai komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan
2025
Metode: Penebaran benih ikan dan pemeliharaan habitat
Sasaran: Keberlanjutan populasi ikan terjaga
Indikator: 1000 ekor benih ikan ditebar dan survival rate ≥60%
2026
Metode: Monitoring dan evaluasi populasi
Sasaran: Kondisi populasi dan habitat terpelihara
Indikator: 1 laporan evaluasi tersedia
2027
Metode: Penanaman vegetasi sempadan danau
Sasaran: Enrichment ecosystem meningkatkan kualitas habitat perairan
Indikator: Kualitas air danau terjaga berdasarkan parameter terukur
2028
Metode: Penebaran benih ikan dan pemeliharaan habitat
Sasaran: Keberlanjutan populasi ikan terjaga
Indikator: 1000 ekor benih ikan ditebar dan survival rate ≥60%
2029
Metode: Monitoring dan evaluasi ekosistem perairan
Sasaran: Evaluasi kondisi populasi ikan dan habitat perairan
Indikator: 1 laporan monitoring dan evaluasi tersedia
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024 dan PERMENLHK 106 Tahun 2018
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Pelestarian Ulin dan Tengkawang sebagai spesies flora rentan (Vulnerable) khas Kalimantan melalui konservasi berkelanjutan guna menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis kawasan
2025
Metode: Penanaman bibit ulin
Sasaran: Bertambahnya populasi ulin di area konservasi PLTU Bengkayang
Indikator: 100% target penanaman 2 bibit ulin tercapai
2026
Metode: Penanaman bibit tengkawang
Sasaran: Bertambahnya populasi tengkawang di area konservasi PLTU Bengkayang
Indikator: 100% target penanaman 5 bibit tengkwang tercapai
2027
Metode: Pemeliharaan intensif dan monitoring pertumbuhan
Sasaran: Meningkatnya keberhasilan pertumbuhan tanaman
Indikator: 100% tanaman konservasi terpelihara dan termonitoring
2028
Metode: Enrichment planting area konservasi
Sasaran: Meningkatnya kualitas habitat dan pembaruan baseline
Indikator: Target enrichment planting tercapai 100% dan pembaruan baseline tersedia
2029
Metode: Evaluasi dan penyusunan rekomendasi pengelolaan
Sasaran: Terwujudnya pengelolaan konservasi yang berkelanjutan
Indikator: 1 dokumen evaluasi efektivitas dan rencana pengelolaan tersedia
Sumber: UU Nomor 32 Tahun 2024 dan PERMENLHK 106 Tahun 2018
Tempat
UBP Singkawang - PLTU Bengkayang, Jl. Raya Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kec. Sungai Raya Kepulauan, Kab. Bengkayang
Tujuan
Pelestarian spesies Endangered melalui pengembangan habitat semi alami mendukung keberlanjutan populasi dan fungsi ekologis ekosistem lahan basah
2025
Metode: Persiapan habitat wetland
Sasaran: Tersedianya habitat wetland yang sesuai
Indikator: 1 habitat wetland selesai dibangun
2026
Metode: Introduksi dan adaptasi Kura-kura Rawa Hitam
Sasaran: Terbentuknya populasi awal pada habitat wetland
Indikator: 3 ekor Kura-kura Rawa Hitam berhasil diintroduksi
2027
Metode: Pemeliharaan habitat dan monitoring populasi
Sasaran: Terjaganya populasi dan kualitas habitat wetland
Indikator: 100% populasi termonitoring
2028
Metode: Penguatan populasi dan kolaborasi konservasi
Sasaran: Meningkatnya populasi Kura-kura Rawa Hitam dan pengelolaan kolaboratif
Indikator: Penambahan populasi sebanyak 4 ekor dan 1 kegiatan pendampingan teknis BKSDA
2029
Metode: Evaluasi efektivitas dan penyusunan rencana pengelolaan
Sasaran: Tersusunnya strategi pengelolaan konservasi berkelanjutan
Indikator: 1 dokumen evaluasi dan rencana pengelolaan tersedia